“…Om juga pengen bookingkamu”.“Om…!”, ekspresi wajah Cinta bertambah tegang. Ia disapa oleh pegawai berpakaian semi formal dan Cinta tersenyum kearahnya. Bokeb “…Ja-jadi semua kebaikan yang Om tawarin tadi cuma karena ini?”. Terdengar desah nafas panjang sebelum laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. “Halo”. “Hhmm.. “Oh dikit lagi wisuda dong?”. Jadi Om Ridwan bukanlah sosok yang asing dimata Cinta. “Kalo cium bibir di kasur boleh dong?”. Pembicaraan awal menuju ke sebuah pembicaraan inti. Laki-laki itu terdiam sejenak. “Udah lama Om?”. Keduanya membisu dan terlihat kikuk. “I-itu cuma dari saudara mama nanyain nomor telpon papa”. Sambil tergagap ia hanya menjawab singkat, “Gue musti buru-buru nih, gue musti balik lagi ke kantor”. Kembali mereka berciuman. Cinta takut profesinya sebagai lady escort didengar orang tuanya. “Kamu gak kuliah hari ini?”, tanya Om Rudi. Dari segi wajah, Om Rudi ini jauh dari yang dapat didefisikan sebagai tampan. Haruskah ia menerima ajakan Om Ridwan ini. “Kamu dimana?”. Cinta




















