Cukup nanar dan gemetar juga saya menyaksikan adegan itu. Bokep Asia Selesai sudah. Dengan tidak sadar tangan saya mengusap-usap diantara selangkangan. Dan akhirnya, mereka berdua bergumul saling mendekap erat, berlomba mencapai perpaduan. Ayah dan ibu seolah berkewajiban hanya menyiapkan uang untuk berbagai kebutuhan. Dan harapan itu sangat terasa saat menjelang tidur malam. Kerjanya hanya main, dan kalau siang tidur. Kebetulan Kak Niko tidak pernah menutup jendela kamarnya yang terletak di dalam rumah. Dan harapan itu sangat terasa saat menjelang tidur malam. Bahkan menjadikan saya perempuan tegar tidak cengeng. Untuk sekadar makan bersama atau kumpul keluarga saja boleh dikatakan hampir tak pernah.Kondisi itu sepertinya tidak dipedulikan oleh ketiga kakakku, dua pertama perempuan, dan ketiga laki-laki. Bukan sakit yang saya rasakan, tapi kenikmatan. Karena ayah dan ibu pulang rata-rata sudah larut malam. Saya pun tumbuh layaknya gadis lain. Tapi Si wanita, masih menggelayut dan mencumbu.




















