Ungkapku sambil menarik tangan Marlena kutempelkan ke arah kontolku. Kita kunci aja dulu pintu gerbangnya ya..! Bokeb Len..udah pulang..? ungkap Marlena polos.Setelah itu Marlena pun bergegas mengambil tas sekolahnya berlalu ke dalam kamarnya, aku benarbenar merasa puas dengan kepolosannya tadi, pokoknya nanti aku akan bujuk dia untuk seperti itu lagi, kalau perlu kuajari yang lebih dari itu. boleh peluk kamu nggak..,sebentar aja..! Iya.boleh.. Aaaaakh..aaaoww..Leenn..aku mau keluaarr..crottt..crott..crottt..oouhh..! Len..udah pulang..? pintaku padanya. Iiih ngapain sih Malu tahu..! Iya..aku keluar deh..tapi kalo udah ganti baju boleh masuk lagi ya..! Namaku Andi, ketika aku SMP, aku tinggal dengan saudaraku di Jakarta, di rumah itu aku bersama tiga orang anak dari saudaraku itu yang usianya sebayaku kecuali Marlena si bungsu, gadis kecil yang masih kelas enam SD.Setahun sudah aku tinggal dengan mereka, di usia puber sepertiku, semakin hari tubuh Marlena yang biasa kupanggil Lena, terlihat semakin bongsor saja, dengan kulitnya yang putih bersih semakin terlihat










