“Nanti setelah Mbak kukenalkan, ganti Mbak kenalkan saya”, jawabku sambil meneguk kopiku yang masih panas dengan hati-hati. Film Porno Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yang ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja. Aku ke Banjarmasin ini juga karena dia mau mengunjungi istri dan anaknya di Jakarta”, jawabnya pelan. Berusaha menyembunyikan pikiranku kujawab seadanya,“Ah nggak melamun kok, cuma membayangkan rasanya dicubit hantu seperti yang Mbak tadi bilang”. Kamu sendiri kenapa mau?”, jawabnya yang dilanjutkannya dengan pertanyaan. Aku menggelengkan kepala saja dan meneruskan merokok. Usahaku yang kuat untuk kembali tidur tak membuahkan hasil. Setelah memesan sarapan, Iswani mulai membuka percakapan, tapi karena pikiranku masih di pekerjaan maka aku hanya berbicara sedikit. “Melamun apa Tok”, tanya Iswani. Raguku benar-benar hilang dan tangannya semakin bebas bergerak.Dengan mata terpejam kurasakan usapan tangannya berubah menjadi remasan yang menghanyutkan dan membuat batang kemaluanku semakin tegak mengeras hingga tampak sangat menonjol.




















