Gagal?” tanyaku.“Sory Ci, belum biasa sih jadi nggak bagus tadi, sekali lagi yah, sory ngerepotin”“Ya udah, santai aja, lama-lama juga biasa kok”Kali ini sepertinya dia sudah lebih enjoy melakukan aktivitasnya, tangannya bergerak dengan cepat diatas kertas, mengganti-ganti pensil, mengambil kapas dan penghapus, ibarat Leonardo yang melukis bugil Kate Winslet di film Titanic itu.Ternyata jadi model lukisan gini capek juga loh, harus diam terus dan menjaga ekspresi wajah selama beberapa saat lamanya, semenit jadi seperti satu jam rasanya.“Wuiihh.. Vidio Bokep Bagus kalau gitu di kost gua aja gimana?” jawabnya antusias dengan tawaranku.Singkat cerita, setelah selesai perkuliahan yaitu jam sebelas, aku mengikutinya ke kostnya, dari kampus kami jalan kaki sekitar sepuluh menit.Tidak banyak orang di sana, mungkin karena pada jam-jam seperti ini masih banyak yang kuliah, hanya nampak seorang anak muda sebagai pembantu, seorang ibu setengah baya yang juga pembantu dan dua orang penghuni kost lainnya yang semua pria.Kamar Felix bisa dibilang cukup




















