Akhirnya dia tersenyum juga“Ya udah kita kembali aja ya, kayaknya kamu pun dah cape banget.” ajakku. Vidio Sex “Hmmm.. Kan kamu tidak sedikit banget tolong aku” lanjut Nisa. Aku mendorong jidat Nisa sambil berbicara “Udah istirahat sana, pikiran anda dah kacau tuh”, walaupun sebetulnya aku pun jadi mau“Tapi bener Yan, aku jadi mau. ada apa nih, tumben nelpon aku. Sebenarnya aku hendak sekali membuka celana Nisa dan menusuk-nusuk memeknya dengan penisku. “Iya yan gue pun sering denger”. Kamu inginkan gak ?” tanya Nisa. “Dasar kamu… Ya udah aku punya french fries sama nugget, inginkan aku gorengin gak ?” tawarku. Kemudian aku bersiap-siap mengeluarkan mobil guna menjemput Nisa.Dalam perjalanan pikirannku sarat dengan pertanyaan. “Ok deh” jawabnya menerima baju tersebut. Aku memandangi Nisa lantas memeluknya. “Tuh kan diem aja, berarti dah pernah. Mendingan kita istirahat aja deh, dari pada ngelakuin sesuatu yang barangkali nanti anda seselin kelak pagi.” kataku.




















