Akhirnya aku memesan sepiring gudeg ditambah pecel, air mineral dan kopi. Bokep STW “Lha kalau sama-sama aja kan enak sih,” kataku menggoda. Dia akhirnya benar-benar minta ampun karena badannya terasa lemas sekali dan ngantuk. Aku mengakhiri tugasku di Solo dengan badan terasa sangat lemas. “ Mau pesen apa mas?” tanyanya. “Mas pesen ini dulu, yang lainnya nanti bisa diteruskan,” kata si perempuan mbak-mbak yang kutaksir berumur 35 tahun. Seandainya tidak ada embel-embel tempat berkumpulnya para STW, mungkin aku akan sering mampir di warungnya hanya untuk makan . Entah dari mana datangnya ide, tiba-tiba aku mendapat gagasan ingin menjadi seperti raja yang dikelilingi gundik-gundiknya. Dia menawarkan untuk dipijat. Si mbak lalu berpromosi, yang pake kain baju krem itu Ninuk, istri pegawai pemda, yang pake biru istri , yang krem satu lagi, yang baju merah. Sebenarnya jika waktunya cukup aku ingin melakukan lagi, tapi butuh waktu interval lebih lama.




















