Aku berhasil. Bokep India Atau jangan-jangan dia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Singkat cerita dalam perjalanan pulang aku terbayang-bayang oleh kejadian tadi, sungguh hari ini hari yang sangat sehat. Aku hanya main dengan tangan. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh, 42 hore aku turun. Bicara apa? Dia menurunkan sedekit tali kolor sehingga pinggulku tersentuh. Ah bodoh. Kring..! Hangatnya, bdiar begitu, tetap terasa. Suara pletak-pletok mendekat. Ciut. Matanya dikedipkankan, bersamaan masuknya angkot lain di belakang angkotku tadi. Kulihat di bawahku ada kain, ya seperti saputangan. Masih terasa tangannya di punggung, dada, perut, selangkangan. Jam berapa harus sampai di Ciledug, jam berapa harus naik angkot yang penuh gelora itu. Aku hanya mendengus. Aku hanya mendengus.




















