“Halo..?” nada suaraku terdengar penuh emosi. Bokeb Membuat mataku rabun dan pikiranku yang sudah terkontaminasi obat melayang.Nia menggerak-gerakkan pinggulnya lagi. Kukulum lagi bibirnya, sekarang tanganku mengangkat bagian bawah bajunya. mm.. Kepalaku terasa sangat ringan. nikmatnya..” Nia mengeluh kecil saat kulepas kaitan BH-nya. “Ahh.. mm.. “Iya deh, jangan pulang malam-malam okay.”
“Yop.”Kuletakkan gagang telpon ketempatnya semula, mengambil celanaku dan berpakaian. oh.. “Mau kemana Ray? “Pulang, pikir dulu perbuatan kamu, baru temui aku lagi!” Huh, ya sudah, pikirku sambil beranjak keluar mengambil sepeda Federal-ku dan ngeloyor pulang. ahh.. ah.. Nia..” kuremas dadanya di genggamanku, menikmati kekenyalannya. oh.. Kulepaskan genggamanku pada batang kemaluanku, mengeleng-gelengkan kepalaku untuk memperoleh sedikit kesadaran.




















