Arsen duduk di kursi dan menyalakan rokok sambil nonton teve dan quick count hasil pencoblosan dengan wajah sumringah sebab pilihannya sementara unggul.“Pih, Mamih mau bersenang-senang dahuluan sama mereka yang muda ini ya pih…” saya minta izin suamiku.“Silakan mih, bersenang-senanglah. Toh, saya tak pernah otak atik hape suamiku juga.Hari-H pencoblosan saya deg-degan. Link Bokep saya dan Bondan masih mengobrol dengan aplikasi hape, ia kadang menggodaku dengan mengungkit pesta seks kami dan menagih melakukannya lagi.Saya menolak, sebab sibuk dengan pekerjaan dan tak ingin melukai Arsen. Kami pindah dari komplek asrama itu ketika anakku hampir berusia tiga tahun.Ia sudah pintar berkata kata, dan sudah menganggap Pak Dodo sebagai ayah keduanya. Bulan berikutnya, saya telat datang bulan. Pak Dodo pun sangat menyayangi anakku dengan membelikan mainan, jajanan bahkan baju untuk anakku di hari hari tertentu seperti lebaran atau ulang tahunnya.




















