Pakaianku berserakan di bawah ranjang. Bokep Tobrut “Bannya kempes Bu, nambal dulu!” jawabku sambil mencoba menutupi perubahan wajahku yang tentu saja pucat dan malu. Aku harus segera pulang agar ibu tidak menunggu-nunggu. Aku bangkit dan bagian bawah tubuhku terasa sakit sekali.., nyeri! Kebencianku kepada Pak Toyo begitu dalam. Lama-lama mereka jadi akrab dan lebih banyak ngobrolnya daripada minum jamu. Jantungku berdebar keras sekali dan aliran darahku terasa amat cepat. Bagaimana tidak? Kubiarkan ranjang morat-marit dan sprei berdarah itu tetap berada di sana. Ibu tidak curiga dan sama sekali tidak mengira kelau kepergian suaminya sebenarnya tidak ke kantor, melainkan kembali ke kios untuk nemperkosaku.Waktu itu sudah pukul sepuluh malam dan kios sudah lama aku tutup. Aku tak ingin membuat ibu sedih dan kecewa. Ibu memberiku kunci agar aku bisa masuk rumah dengan leluasa.




















