Setelah aku mengganti celana, aku meraih novel itu. “Sana, Urus sapi”, Usirnya kepadaku. Bokep Mom Aku tak berani bertanya kepadanya. Orangnya tidaklah cantik, tapi tubuhnya bagus. Aku baru ingat, kalau Bu Rochim ada acara di Dinas Pertanian. Aku tergerak untuk membacanya.Degh! Aku menutup bagian depan celanaku yang basah dengan tas sekolahku. Sepatu-sepatu terjatuh menimbulkan suara berisik. Kak Tina tetap tak sadar. Otakku terbakar! Pantas, Kak Tina tak mengijinkanku membacanya, pikirku. Tanpa sadar tanganku menggosok bagian kelaminku. Aku segera pulang. “Kak, Saya bisa pinjam nggak?”. Setelah aku mengganti celana, aku meraih novel itu. “Dan, kamu tak boleh lagi tidur denganku”, Katanya lagi. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang disembunyikannya. Ini memang mani” Kata Kak Tina. Hanya aku dapat warisan dari Kak Tina. Aku menikmati saja. Sepasang putingnya melesak di balik daster tipisnya. Otakku sudah tak mampu lagi membaca.




















