Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh. Bokep Rusia Kan kita sama-sama punya kontol.”Sentot mendekat lagi. Badannya gempal, perutnya sixpack, tapi bodohnya cuma setingkat lebih tinggi dari monyet. Jadi sama-sama dan tidak perlu malu. Kain yang dipakainya berbeda dengan gambaran busana jawa yang sering ada di film atau di sinetron. Aku coba membiasakan diri dengan ini. SATU. Sinar yang menerobos masih cukup untuk menerangi, sekedar tahu ada orang atau tembok.Udara dingin sekarang lebih terasa saat kubuka helm yang melindungi kepalaku.




















