Bahkan mereka mengancam akan membunuhku kalau berani berbuat macam-macam. Aku langsung mencegat dan meminta supir taksi mengantarku pulang ke rumahku.Di dalam perjalanan pulang, aku mencoba merenungi semua yang baru saja terjadi. Bokep Montok Sikapnya begitu riang sekali, membuatku jadi senang dan seperti sudah lama mengenalnya. Setelah lima hari terkurung dan tersiksa di dalam kamar ini, aku tidak lagi melihat mereka datang. Ria memang pandai membuat suasana jadi akrab.Selesai makan bubur ayam, aku dan gadis itu kembali berjalan-jalan. Bagaimana mungkm aku bisa melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini..?Aku hanya bisa berharap mereka cepat-cepat melepaskan aku sehingga aku bisa pulang dan melupakan semuanya. Bukan hanya fisik, tapi juga batinku benar-benar tersiksa. Aku hanya tersenyum saja sedikit.“Kalau aku sih biasa dipanggil Ria”, katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Aku jadi ngeri dan takut membayangkannya. Aku benar-benar tersiksa lahir dan batin.Namun keesokan harinya, pintu kamar terbuka. “Bapak kenal dengan mereka?”, tanyaku.“Bukannya kenal











