Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata,
“Buka dong kacanya..” Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Bokep Mama Kami berdua menarik nafas panjang. Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin ‘berkenalan’ dengannya. Kami berdua menarik nafas panjang. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Istriku mengerang menikmatinya. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi. Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun. Sedangkan aku belum apa-apa. Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah. Kini aku lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari pundak sampai lekukan pantatnya. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis.




















